Rabu, 25 September 2013

Artikel Filsafat Ilmu


Nama : Risnawati Amiluddin
NIM    : 13709251022
Kelas : A

Hubungan dunia gaib dengan filsafat
Hubungan Gaib pada filsafat itu digambarkan dalam struktur dunia yang paling atas yaitu spiritualisem. Dalam ilmu filsafat Prof. Masrsigit  memandang gaib itu sebagai keyakinanan spritualisem, karena didalam spiritualisem itu ada keyakinan kita tentang yang gaib. Gaib disini dipandang dari kacamata filsafat karena belajar filsafat maka kita menggunakan akal dan pikiran, pola pikir tentang yang gaib walaupun dalam gerakan yang dibatasi oleh spiritualisem. Jika berdiskusi tentang yang gaib berarti kita berusaha membangun dunia yang gaib melalui pikiran.

Bebicara mengenai filsafat berarti bicara beserta pengalaman dan referensinya. Pengalaman bisa pengalaman pribadi atau orang lain. Didalam filsafat inboks dan frinboksnya adalah berdimensi. Cara mengkaji filsafat dengan menggunakan aritmetika yaitu menterjemahkan  dan diterjemahkan. Sifatnya intensif dan ekstensif. Intensif itu dalam sedalam-dalamnya dan ekstensif itu luas seluas-luasnya.  Bisa mengerti yang dalam berarti mengerti yang tidak dalam, bisa membedakan yang dalam dan dangkal itu artinya dimensi. Artinya kita mempunyai kesadaran bahwa segala sesuatunya berdimensi vertical dan horizontal.
Pikiran kita berdimensi, metode kita juga berdimensi,obyek juga berdimensi.  Dimensi yang tertinggi adalah dimensi yang absolut milik sang pencipta, manusia hanya berusaha memikirkannya. Maka setiap orang mempunyai dimensi masing-masing.
Mendefinisikan apa yang dimaksud dengan gaib menurut metode orang awam, psikologi dan spiritual:
Gaib menurut orang awam yaitu adalah hantu yang tampak didaerah-daerah tertentu.
Gaib menurut psikologi adalah jika kita tidak mampu memikirkannya, yang tidak diketahui dan tidak bisa dijelskan.
Gaib menurut spiritual adalah apa yang dikatakan ayat suci Al’Quran (dalam Islam) contohnya dalam kehidupan sehari-hari islam itu ada yang namanya shalat gaib.

Kepada Siapa Para Filsuf Bertanya
Para filsuf bertanya kepada yang ada dan yang mungkin ada, meliputi dunia lengkap beserta akhiratnya termasuk neraka dan surga. Ciri-ciri ada yaitu bisa diomongkan, bisa dipikir, bisa dilihat,bisa diraba dan  bisa dibau. Tugas filsafat adalah mengadakan yang mungkin ada, Belajar filsafat itu belajar mengadakan, jadi filsafat itu adalah diri sendiri dan tidak lain tidak bukan untuk diri sendiri. Penglihatan itu juga berdimensi dan elementer. Cara pandang profesional bisa mensimulasikan atau menganalisis ruang dan waktu. Alat yang dipakai  adalah dengan bahasa analog. Bahasa analog adalah bahasa komunikasi antara dimensi.


Makna Kebenaran Dalam Ilmu Filsafat
Makna kebenaran dalam ilmu filsafat itu bermacam-macam karena dimensinya dan metodenya bermacam-macam. Secara filsafat kebenaran sesuai ruang dan waktu. Secara Psikologi kebenaran sesuai dengan kontekstual.

Ada Batasan Umur Berfilsafat?
Menurut Prof. Marsigit bayipun berfilsafat. Berfilsafat ada hakekatnya, ada pendekatannya, ada etik dan estetikanya (ada manfaatnya). Berfilsafat itu melakukan olah pikir yang refleksi.

Metaphysic
Metaphysic adalah dibalik yang fisik. Semua yang kelihatan berdimensi metaphysic, begitu juga yang ada dan yang mungkin ada berdimensi metaphysic.

Kenapa Sains System Itu Bertolak Belakang Dengan Agama
Dalam filsafat Kecenderungan dan gejala dan modus. Jika sentralnya adalah Tuhan dan semua berangkatnya dari sana, itu adalah spiritualisem. Pengertian orang awam, psikologi dan filsafat itu berbeda karena berbeda dimensinya.

Bagaimana Cara Belajar Filsafat
Filsafat adalah dunia, maka cara belajar filsafat itu berusaha mengadakan yang mungkin ada dengan cara banyak membaca. Kesulitan orang yang belajar filsafat itu karena yang dibaca itu banyak. Tulisan, ada dan yang mungkin ada adalah termasuk bacaan, semua yang terlihat itu  adalah bacaan dalam berfilsafat. Belajar filsafat itu terus dan proses. Segala sesuatu ada dan yang mungkin ada  selalu ada unsur dua komponen yaitu ada wadah dan ada isi.