Risnawati Amiluddin 13709251022
Elegi menggapai kenyataan
Kita ketahui bersama bahwa kenyataan merupakan hal yang
nyata atau yang benar-benar ada. Bagi
saya semua kenyataan yang sedang saya hadapi adalah kuasa dan hadiah dari
Tuhan. Apapun yang saya dapatkan baik itu suatu kenyataan yang baik atau buruk,
saya coba menjalaninya dengan apa adanya. Karena apapun yang saya lakukan,
kemanapun saya melangkah itu adalah kenyataan yang memang Tuhan berikan pada
saya.
Secara rasional kita sebagai manusia harus menyadari bahwa apa yang kita hadapi
dan kita jalani, yang ada di depan mata kita adalah kenyataan hidup kita. Orang
yang tidak bisa menerima kenyataan dalam hidupnya berarti dia tidak menyadari
keberadaan Tuhan akan hidupnya, dia tidak menyadari bahwa Tuhan menganugerahi
itu semua untuknya. Dia cenderung “menutup mata” ketika dia mendapatkan
kenyataan yang tidak sesuai dengan harapannya karena takut untuk menghadapinya.
Dan cenderung “membuka mata” ketika kenyataan itu sesuai dengan harapannya
karena dia tidak mau melewatkan semua itu begitu saja. Memang sangat sulit ketika
kita dihadapkan pada realitas yang tidak menyenangkan bagi kita.
Kenyataan atau realitas harus dihadapi dan dijalani sebagaimana mestinya.
Jangan lari dari kenyataan hidupmu, karena kenyataan itu adalah mutlak adanya
dan kita tidak akan pernah bisa lari dari kenyataan itu. Kenyataan sampai
kapanpun akan selalu dihadirkan oleh Tuhan seumur hidup kita. Baik ataupun
buruk kenyataan yang ada saat ini dan disini, hadapilah, jalanilah dan
terimalah sepenuhnya dengan suka cita dan keikhlasan. Saya selalu yakin tidak
selamanya manusia itu diberikan kenyataan yang selalu buruk dan tidak selamanya
juga manusia diberikan kenyataan yang selalu menyenangkan. Tidak semua
kenyataan atau realitas itu selalu sesuai dengan apa yang manusia harapakan,
semua itu adalah kehendak Tuhan.
Tetapi ada dua teori tentang kenyataan yang pernah saya
baca. Pertama, kehidupan bukanlah kenyataan, kenyataan sesungguhnya ada dalam
ide yang asalnya entah di mana. Sesuatu yang terlihat adalah bayangan dari ide.
Bagaiman menurut pandangan Bapak mohon penjelasannya Prof?
Terimakasih
Risnawati Amiluddin 13709251022
Ontologi:
Dimensi merupakan derajat/tingkatan.
Semua yang ada dan yang mungkin ada memiliki dimensinya masing-masing Sang
Pencipta merupakan dimensi paling tinggi (dimensi absolut).
Epistemologi:
Manusia sebagai makhluk ciptaan-Nya
yang paling sempurna mempunyai dimensi yang bermacam-macam antara satu dengan
yang lain. Dimensi pada manusia bisa berubah-ubah, bisa meningkat bahkan juga
bisa menurun. Dimensi manusia akan mengalami peningkatan ketika mereka selalu
berusaha secara terus-menerus menambah ilmunya (ilmu dunia dan akhirat).
Aksiologi:
Berdasarkan elegi ini dapat diambil
sebuah pelajaran penting bahwa kita senantiasa berusaha meningkatkan dimensi
dengan cara selalu belajar untuk menambah ilmu (baik dunia maupun akherat).
Keduanya harus dilakukan secara seimbang, karena kalau tidak demikian maka
dimensi yang kita milika akan tidak seimbang. Kalau hanya menambah ilmu dunia
tanpa diimbangi ilmu akhirat maka kita hanya akan tambah cerdas tetapi nurani
tidak berkembang. Hal ini akan melahirkan manusia-manusia cerdas yang tidak
bernurani yang sangat membahayakan dunia. Demikian pula halnya apabila hanya
nurani saja yang selalu dikembangkan tanpa diimbangi dengan peningkatan ilmu
duniawi.
Terimakasih
Risnawati Amiluddin13709251022
MENGADA-nya sesuatu dapat dilakukan dengan cara melihat
semua aktivitas dan kreatifitas yang menjadi tugas dan kewajibannya. Sedangkan
hasil dari semua aktivitas dan kreatifitas yang menjadi tugas dan kewajibannya
itulah yang menjadi PENGADA bagi dirinya. Usaha untuk menjadi lebih baik dalam
segala hal harus selalu dan terus dilakukan untuk hasil yang lebih baik.
Risnawati Amiluddin 13709251022
Ontologi
Reduksi adalah sebuah metode
berpikir mengenai semua yang ada dan yang mungkin ada dengan cara mengambil
bagian tertentu saja sesuai dengan keperluan berpikir.
Epistemologi
Reduksi dapat dilakukan dengan cara
memikirkan sebagian kecil saja dari obyek yang dipikirkan
Aksiologi
Reduksi sangat diperlukan dalam
berbagai pemecahan masalah. Dengan reduksi, masalah yang sangat kompleks dapat
disederhanakan sehingga menjadi terlihat lebih simpel dan mudah dipecahkan.
Dalam memecahkan soal-soal matematika pun reduksi sangat diperlukan. Tidak
jarang permasalahan dalam pembelajaran matematika dapat dengan mudah
dipselesaikan dengan cara meREDUKSInya.
Terimakasih
Risnawati Amiluddin 13709251022
Manusia tidaklah sempurna. manusia tak lepas dari suatu kekeliruan. Baik itu
disengaja ataupun tidak disengaja. . Kekeliruan itu meliputi keliru
generalisasi, keliru spesifikasi, keliru persepsi, dan lain-lain.
Kekeliruan-kekeliruan ini tentunya membawa dampak yang kurang baik bagi
kehidupan manusia . Walaupun hakekat manusia itu tak lepas dari kekeliruan
tetapi apa salahnya jika kita sebagai manusia senantiasa berusaha berupaya agar
terhindar dari kekeliruan. Berusaha dan selalu berdoa kepada Allah SWT untuk
senantiasa ditunjukkan ke jalan yang benar jalan yang diridhoi-Nya.
Terimakasih
Risnawati Amiluddin 13709251022
Menurut Imanuel Kant, kemampuan
manusia untuk membangun pengetahuannya didasarkan pada kategori yang ada dalam
pikiran manusia yang terdiri dari 12 kategori yang dibagi menjadi 4 yaitu
kuantitas, kualitas, hubungan, dan modalitas dengan masing-masing kategori
terdiri dari 3 kategori lainnya.
Menurut saya dengan segala
keterbatasan yang ada, semua yang ada dan yang mungkin ada dapat hanya
dikategorikan menjadi 2 yaitu kuantitatif (menunjuk banyak/sedikit) dan
kualitatif (menunjuk kepada sifat obyek).
Terimaksih
Risnawati Amiluddin 13709251022
kehidupan ini ada awal dan pasti ada akhir pula. Dimana awal
dunia ini diciptakan dan tentunya kelak ada saatnya dunia ini berakhir. Seperti
setiap ada pertemuan pastilah akan ada perpisahan. Ada siang da nada malam
Oleh karena itu, pergunakanlah waktu yang kita miliki dengan
sesuatu yang bermanfaat. Berniat dengan baik dan berikhtiar insya Allah SWT
akan menghantarkan kita pada tujuan yang kita harapkan.
Terimakasih
Risnawati Amiluddin 13709251022
Dikatakan tepat
jika keberadaannya yang ada dan yang mungkin ada sesuai dengan sifat-sifat
memilih keberadaannya. Namun tepat itu bersifat relatif. Tepat yang bersifat
absolut adlah milik Allah SWT. Sesuatu yang telah Allah SWT tetapkan kepada
kita merupakan sesuatu yang tepat untuk diri kita. Allah SWT jauh lebih
mengetahui apa yang tepat untuk diri kita dibanding dengan diri kita sendiri.
Allah SWT akan selalu memberikan yang terbaik untuk hamba-hamba-Nya. Berdoalah
dan beribadahlah sesuai dengan petunjukNYA
Terimakasih
Risnawati Amiluddin 13709251022
Allah SWT menciptakan
segala sesuatu di dunia ini berbeda-beda. Setiap manusia yang diciptakan
tidaklah sama, mempunyai karakteristik yang berbeda-beda pula.
Contoh nyatanya sepasang anak yang terlahir kembarpun
berbeda. Fisik berbeda, apalagi dengan hati dan sifatnya pasti terdapat
perbedaan diantara keduanya.
Karena sesungguhnya sama yang absolut itu hanyalah milik
Allah SWT. MAha besar ALLAH SWT yang telah menciptakan langit dan bumi beserta
isinya
Terimaksih
Risnawati
AMiluddin 13709251022
Di dunia ini
tidak sesuatupun yang sama. Allah SWT menciptakan makhluk-Nya berbeda-beda.
Begitupula dengan siswa, tidak ada satu siswapun yang sama sekalipun mereka
kembar. Masing-masing siswa memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. Oleh karena
itu, guru hendaknya dapat melayani kebutuhan siswa yang berbeda-beda tersebut.
Selain itu, guru tidak boleh memaksakan pemikiran siswa sama dengan pemikirannya.
Biarkan siswa mencari pengetahuannya sendiri. Guru hanya bertugas untuk
melayani siswa dalam belajar saja. Dari "Elegi Konferensi Para Beda"
saya menyimpulkan perbedaan itu pastilah ada. Jangan sampai perbedaan itu
menimbulkan perpecahan. " Bhineka Tunggal Ika", Walaupun berbeda,
Namun tetap satu jua. Perbedaan itu indah. Dengan berbeda hidup menjadi semarak
dan penuh warna, dengan beda hidup menjadi tidak monoton dan dengan berbeda
kita bisa saling mengenali.
Terimakasih
Risnawati Amiluddin 13709251022
Silabus Filsafat
Pendidikan Matematika Program Studi: Pendidikan
Matematika Oleh Dosen: Dr. Marsigit, Kode: MMP 211 Kredit Semester: 2 (Semester 6)
Dimana Standar Kompetensi:
Untuk memiliki pengalaman dalam sintesis ontologis, epistemologis,
dan aksiologis aspek
matematika dan matematika pendidikan.
Keterangan:
Pelajaran Filsafat Pendidikan Matematika memiliki
2 semester kredit.
Tujuan dari pelajaran ini adalah untuk memfasilitasi mahasiswa pendidikan matematika
untuk memiliki pengalaman belajar dan mensintesis
tesis dan anti-tesis nya yang ontologis, epistemologis, dan aksiologis aspek
matematika dan matematika pendidikan. Pelajaran ini
mencakup studi mendalam dari
sifat, metode dan nilai matematika dan
matematika pendidikan. Materi
yang objek filosofi matematika terdiri dari sejarah matematika, dasar matematika, konsep matematika,
obyek matematika, metode matematika, perkembangan
matematika, hirarki matematika dan nilai
matematika. Benda-benda material filsafat pendidikan
matematika terdiri dari ideologi
dan dasar pendidikan
matematika serta alam,
metode dan nilai pendidikan,
kurikulum, pendidik, peserta didik, tujuan pengajaran,
metode pengajaran, fasilitas mengajar, mengajar penilaian. Mengajar kegiatan
belajar dari pelajaran
ini terdiri dari pameran oleh ceramah, tanya jawab
kelas, berbagi ide, pengalaman, 'tugas, siswa
siswa presentasi, karya ilmiah, dan browsing serta mengembangkan situs internet. Kompetensi siswa
meliputii motivasi mereka, sikap mereka, pengetahuan, keterampilan
dan pengalaman mereka. Kompetensi ini diidentifikasi, dinilai, dan diukur
melalui kegiatan mereka mengajar
belajar, tugas mereka,
partisipasi mereka, tes mid semester, ujian
akhir dan portofolio.
Terimakasih
Risnawati Amiluddin 13709251022
Sumber Penting untuk Pembelajaran Matematika
Berdasarkan arahan Bapak bahwa untuk semua guru dan calon
guru matematika, disampaikan sumber penting untuk pengembangan pembelajaran
matematika bertaraf internasional. Berbagai sumber pembelajaran matematika
dapat di akses: rpp, video, lesson study, dst
Kemudian berdasarkan 21 anggota Rim Pasifik
Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) dimana mereka berkomitmen untuk memperkuat pengembangan sumber daya manusia
(SDM) untuk meningkatkan kontribusi produktif dalam bekerja . Pengembangan Sumber Daya Manusia Wiki mendukung APEC Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelompok Kerja (HRDWG), yang terdiri dari Kapasitas Jaringan (CBN), Jaringan
Pendidikan (Ednet), dan Tenaga Kerja dan Jaringan
Perlindungan Sosial (LSPN)
dalam tiga cara:
Berbagi pengetahuan tentang kebijakan dan praktek bersama dengan bukti efektivitasnya HRD;
Pengembangan pengetahuan
untuk memperluas dasar bukti
HRD; dan
Jaringan untuk
memfasilitasi berbagi pengetahuan dan pembangunan melalui komunitas internasional praktek di sekitar topik
utama HRD.
Sangat baik bagi kami para calon guru
matematika untuk menyaksikan video Lesson study yang Prof jalankan. Misalnya
lesson Study yang dibantul disana dengan jelas mengarahkan kita bagaimana guru
dalam mengajar matematika dengan baik. Sangat penting bagi calon guru untuk
mengetahui cara membantu siswa dalam membangun pengetahuannya.
Terimakasih
Sumber
daya untuk Rencana Pelajaran
Untuk guru ... guru
harus seperti seorang anak di toko permen dengan uang
tak terbatas
- Jane R, Guru Tingkat Tengah
Risnawati Amiluddin 13709251022
Meningkatkan Kreativitas dan Pemahaman Konsep
Matematika melalui Pendekatan Kontekstual untuk Siswa SMP kelas 2, SMP
NI Arjosari Pacitan
Berikut pandangan saya dengan segala
keterbatasan yang saya miliki
BAB I
Pada Identifikasi masalah point 6
belum mencerminkan sebuah masalah. Kemudian pada batasan masalah cukup
membatasi kreativitas siswa dan pemahaman konsep. Untuk rumusan masalah apa
tidak sebaiknya menanyakan 1) Bagaimana meningkatkan kreativitas siswa melalui Pendekatan Kontekstual
untuk Siswa SMP kelas
2, SMP NI Arjosari
Pacitan? 2) Bagaimana
meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa melalui Pendekatan Kontekstual untuk Siswa SMP kelas 2,
SMP NI Arjosari
Pacitan?
Tujuan Penelitian:
1) Untuk mengetahui bagaimana meningkatkan kreativitas siswa melalui Pendekatan Kontekstual
untuk Siswa SMP kelas
2, SMP NI Arjosari
Pacitan? 2) UNtuk
mengetahui Bagaimana meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa melalui Pendekatan Kontekstual
untuk Siswa SMP kelas
2, SMP NI Arjosari
Pacitan?
Manfaat Penelitian apakah
sebaiknya jika Bagi mahasiswa ybs, bagi guru, bagi sekolah, dan bagi pembaca
BAB II
Menurut saya harusnya dicantumkan kerangka pikir, penelitian
yang relevan dan hipotesis.
BAB III
Penelitian tindakan kelas dengan ciri khas siklus, dan
sebaiknya desain penelitiannya ditampilkan. Untuk instrument yang utama angket
Karena sesungguhnya Pada PTK yang difokuskan adalah AFEKTIF siswa.
MOHON diluruskan PROF.
Terimakasih
RIsnawati Amiluddin 13709251022
Tiadalah wadah tanpa isi dan
tiadalah isi tanpa wadah. Keduanya memiliki hubungan erat dan saling
membutuhkan. wadah merupakan status,
kedudukan, dan tugas. Sedangkan isi merupakan rasa syukur yang disertai ikhtiar
dalam usaha mempertanggungjawabkan wadahnya. Maksudnya, sebagai seorang guru,
siswa, maupun mahasiswa tidak hanya sekedar memanfaatkan statusnya sebagai
wadah yang mampu menguasai segalanya. Namun dengan status tersebut, wadah
hendaknya mampu membendung isi dengan baik. Dengan kata lain, mampu mengemban
tugasnya dengan penuh tanggung jawab. Oleh karena itu, apapun statusnya, kita
harus iklhas, tawadu’ dan istiqomah untuk selalu mencari dan menambah-tambah
ilmu agar dapat memperoleh keterampilan. Dan ilmu yang kita miliki hendaknya
kita kembangkan, agar dapat menjadi ilmu yang bermanfaat. Selain itu, kita
patut waspada dengan penyakit hati, yaitu puas dan sombong. Sebab, penyakit
hati itulah yang akan menyesatkan kita.
Terimakasih
Risnawati Amiluddin 13709251022
Luar biasa Prof sampai analogi tukang cukurpun dipakai untuk menjembatani kami
dalam memahami kehidupan sosial di masyarakat. Kadang saya tertawa sendiri
karena semua elegi menyangkut kehidupan sehari-hari kita. Tukang cukur dipakai
untuk menyadarkan kita bahwa kita adalah mahluk sosial yang membutuhkan orang
lain.
Prof saya ingin bertanya melihat fenomena kehidupan sekarang saya menyimpulkan
bahwa tiada persahabatan yang abadi hanya kepentingan yang abadi. Karena kita
melihat realita bahwa seseorang baik dan mendekati kita ketika mereka memiliki
kepentingan.
Apakah saya terjebak dalam mitos Prof?
Terimakasih