Senin, 22 Desember 2014
transendental logic
Pada artikel di atas dapat diketahui bahwa menurut Kant, ada empat gagasan
mengenai logika transendental, yakni logika secara umum, transendental logic, divisi
logic umum ke analitik dan dialektika. Secara umum, logika sendiri dibagi
menjadi dua bagian, yaitu sensibilitas dan pemahaman. Sedangkan menurut Kant,
logika terdiri atas dua jenis, yakni logika secara umum dan logika jenderal.
Selanjutnya, Kant membagi logika transendental ke analitik transendental dan
dialektika dan dijelaskan bahwa transendental analitik memiliki dua aspek:
logika yang berkaitan dengan unsur-unsur pengetahuan murni dihasilkan oleh
pemahaman dan logika di mana tidak ada objek dapat dianggap. Dialektika
berkaitan dengan kesalahan-kesalahan yang dihasilkan ketika metafisika
melampaui pengalaman. Dalam logika umum murni, ada dua aturan, yaitu sebagai
logika umum dan sebagai logika murni. Secara keseluruhan, konsepsi logis merupakan
kunci untuk transendental dan pengalaman memberikan petunjuk mengenai konsepsi
alasan matematika.
Refleksi ritual matematika
Ritual Mathematics mengemukakan tentang perhitungan matematika yang
digunakan dalam aktivitas masyarakat jawa untuk menghitung
hari/perhitungan tanggal. Dalam perhitungan menggunakan formula
menggunakan basis memberikan hasil yang relative benar. Akan tetapi
apabila perhitungan yang dilakukan tersebut untuk menentukan hari atau
tanggal pada beberapa waktu yang lampau tidak selalu menghasilkan hasil
yang benar, apabila tidak memperhatikan sejarah tentang kalender.
Misalnya yang terjadi pada tahun 1582, Pope Gregory mengeset ulang kalender, 10 hari ditambahkan pada 5 Oktober 1582 menjadi 15 Oktober 1582. Tanggal 6 samapai tanggal 14 dianggap tidak ada. Perubahan yang terjadi tidak semua sama pada tahun 1582, misalnya yang terjadi di United States terjadi pada tahun 1752 terjadi penambahan 11 hari, tanggal 3 September 1752 berubah menjadi tanggal 14 September 1752. Kemudian yang terjadi di Jepang pada tahun 1873, Rusia dan Negara tetangganya pada tahun 1917, dan sebagainya.
Kita tidak bisa begitu saja mengabaikan perubahan-perubahan yang terjadi dalam melakukan perhitungan hari dan tanggal di masa lampau. Akan tetapi memang untuk perhitungan tanggal dan hari maupun hari pasaran dalam kehidupan sehari-hari di jawa tidak terlalu terpengaruh oleh sejarah tersebut karena waktu perhitungan adalah waktu sekarang, yang tentu saja jarak waktunya tidak terlalu lama, yaitu 7 hari, 35 hari, 40 hari, 100 hari, dan 1000 hari.
Misalnya yang terjadi pada tahun 1582, Pope Gregory mengeset ulang kalender, 10 hari ditambahkan pada 5 Oktober 1582 menjadi 15 Oktober 1582. Tanggal 6 samapai tanggal 14 dianggap tidak ada. Perubahan yang terjadi tidak semua sama pada tahun 1582, misalnya yang terjadi di United States terjadi pada tahun 1752 terjadi penambahan 11 hari, tanggal 3 September 1752 berubah menjadi tanggal 14 September 1752. Kemudian yang terjadi di Jepang pada tahun 1873, Rusia dan Negara tetangganya pada tahun 1917, dan sebagainya.
Kita tidak bisa begitu saja mengabaikan perubahan-perubahan yang terjadi dalam melakukan perhitungan hari dan tanggal di masa lampau. Akan tetapi memang untuk perhitungan tanggal dan hari maupun hari pasaran dalam kehidupan sehari-hari di jawa tidak terlalu terpengaruh oleh sejarah tersebut karena waktu perhitungan adalah waktu sekarang, yang tentu saja jarak waktunya tidak terlalu lama, yaitu 7 hari, 35 hari, 40 hari, 100 hari, dan 1000 hari.
Langganan:
Komentar (Atom)